Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Semut berbaris mengikuti jejak bau: cara satu koloni berpikir tanpa pemimpin

Tidak ada semut yang tahu peta, tetapi barisannya selalu menemukan gula di meja dapur.

Semut berbaris mengikuti jejak bau: cara satu koloni berpikir tanpa pemimpin
Foto: L / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Setetes sirup tumpah di meja dapur pada sore hari. Menjelang malam, satu semut menemukannya. Satu jam kemudian ada barisan rapi dari celah dinding ke meja, bolak-balik, seolah seseorang telah memberi perintah. Tidak ada yang memberi perintah. Ratu semut tidak tahu ada sirup, dan tidak ada semut yang memegang peta. Barisan itu adalah hasil dari aturan-aturan sangat sederhana yang dijalankan ribuan individu.

Alat utamanya adalah feromon, senyawa kimia yang dilepaskan semut dari tubuhnya dan dibaca oleh semut lain lewat antena. Semut pencari yang menemukan makanan akan pulang ke sarang sambil menyentuhkan ujung perutnya ke permukaan, meninggalkan garis bau yang tipis. Semut lain yang kebetulan melintasi garis itu cenderung mengikutinya, menemukan makanan, dan pulang sambil menambah lapisan bau yang sama.

Baca juga: Bintang jatuh tidak jatuh: hujan meteor dan debu yang terbakar di udara

Jejak yang memperkuat dirinya sendiri

Di sinilah keajaibannya. Semakin banyak semut yang berhasil, semakin tebal jejaknya, dan semakin banyak semut yang tertarik mengikutinya. Jika ada dua jalur ke makanan yang sama, jalur yang lebih pendek akan ditempuh lebih cepat, sehingga semut di jalur itu bolak-balik lebih sering dan menumpuk bau lebih cepat. Dalam waktu singkat, jalur pendek menang dan jalur panjang terlupakan. Koloni menemukan jalan terpendek tanpa ada yang menghitung jarak.

Feromon juga menguap. Ketika makanan habis, semut yang pulang berhenti menambah bau, jejak memudar dengan sendirinya, dan barisan bubar. Tidak perlu ada yang mengumumkan bahwa sirup sudah habis; keheningan bau sudah cukup. Inilah sebabnya mengelap jalur semut dengan air sabun sering kali lebih efektif daripada mengusir semutnya: kita menghapus petanya.

Pembagian kerja tanpa rapat

Koloni semut juga menentukan berapa banyak pekerja yang mencari makan, menjaga sarang, atau mengurus larva, tanpa rapat dan tanpa mandor. Setiap semut bereaksi pada seberapa sering ia bertemu semut lain dengan tugas tertentu dan pada bau yang dibawanya. Kalau pertemuan dengan pembawa makanan jarang, lebih banyak semut keluar mencari. Kalau sering, lebih banyak yang tinggal. Perilaku koloni muncul dari ribuan keputusan kecil ini, dan hasilnya tampak seperti kecerdasan tunggal.

Musim hujan sering mendorong semut masuk rumah mencari tempat kering, dan barisan di dapur menjadi pemandangan sehari-hari. Lain kali melihatnya, luangkan waktu sebentar. Di sepanjang garis itu sedang berlangsung salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana aturan sederhana, dijalankan oleh banyak pihak, bisa menghasilkan sesuatu yang tampak terencana.

NM
Nabila MahardikaNabila adalah penulis termuda di redaksi yang bergabung pada 2025 dan telah menulis sebelas artikel tentang peringatan dini cuaca, skala gempa, dan kebakaran gambut. Ia menyimpan arsip tangkapan layar peringatan cuaca resmi yang ia bandingkan dengan kejadian sebenarnya di lapangan.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.