Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Bagaimana nyamuk menemukan kita dalam gelap: napas, panas, dan bau kulit

Yang menggigit hanya betina, dan ia mengikuti jejak yang tidak bisa kita sembunyikan.

Bagaimana nyamuk menemukan kita dalam gelap: napas, panas, dan bau kulit
Foto: H / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Lampu sudah dimatikan, kamar gelap gulita, dan beberapa menit kemudian dengingan itu datang tepat di dekat telinga. Bagaimana makhluk sekecil nyamuk, dengan mata yang buruk dalam gelap, bisa menemukan sebuah tubuh di ruangan yang luas? Jawabannya: ia tidak mencari kita dengan mata. Ia mengikuti serangkaian jejak yang kita tebarkan tanpa sadar.

Perlu diketahui dulu bahwa yang menggigit hanya nyamuk betina. Jantan hidup dari nektar bunga dan cairan tumbuhan. Betina pun sebenarnya makan nektar, tetapi untuk mematangkan telur ia membutuhkan protein, dan sumber protein yang paling pekat adalah darah. Gigitan nyamuk bukan soal lapar, melainkan soal reproduksi.

Baca juga: Satu pisang matang bisa mematangkan sekeranjang buah: cara kerja gas etilen

Jejak yang kita tinggalkan

Petunjuk pertama adalah karbon dioksida. Setiap embusan napas melepaskan gas ini, dan nyamuk betina punya penerima khusus yang peka terhadap kepulan karbon dioksida yang kadarnya sedikit lebih tinggi dari udara sekitar. Dari jarak beberapa meter, ia terbang zig-zag melawan arah kepulan itu, mendekati sumbernya.

Semakin dekat, petunjuk lain mengambil alih. Tubuh manusia memancarkan panas dan kelembapan, dan nyamuk bisa merasakan keduanya dari jarak dekat. Yang paling menentukan adalah bau kulit: campuran senyawa yang dihasilkan keringat dan bakteri yang hidup di permukaan kulit kita. Komposisi campuran ini berbeda antar orang, dan di sinilah penjelasan mengapa dalam satu kamar ada orang yang digigit habis-habisan sementara orang di sebelahnya tidur tenang. Perbedaan itu bukan soal darah manis, melainkan soal bakteri kulit dan bau yang dihasilkannya.

Gigitan yang tidak terasa

Setelah mendarat, nyamuk tidak sekadar menusuk. Mulutnya adalah seperangkat alat halus yang menembus kulit lalu mencari pembuluh darah kecil. Ia menyuntikkan air liur yang mencegah darah membeku supaya bisa terus dihisap. Air liur asing inilah yang dikenali tubuh sebagai penyusup, dan reaksi tubuh itulah yang menimbulkan bentol serta gatal, bukan tusukannya sendiri.

Memahami cara nyamuk mencari kita menjelaskan mengapa cara perlindungan tertentu bekerja. Kelambu memutus jejak di langkah terakhir. Kipas angin menghamburkan kepulan karbon dioksida dan bau kulit sekaligus mempersulit nyamuk yang ringan untuk mendarat. Dan penolak nyamuk bekerja bukan dengan membunuh, melainkan dengan mengacaukan penerima bau yang menjadi penunjuk jalan. Pada awal musim hujan, saat genangan baru mulai terisi jentik, pengetahuan ini layak dipraktikkan.

SP
Shinta PramudyaShinta menulis dua belas artikel sejak 2024 tentang mangrove, pulau panas perkotaan, dan energi surya di garis khatulistiwa. Ia mengukur sendiri suhu permukaan trotoar dan taman di kotanya dengan termometer inframerah sebelum menulis tentang pulau panas.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.