Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Laut yang lambat panas dan lambat dingin: penyimpan panas terbesar di planet ini

Pasir pantai membakar kaki di siang hari, air lautnya tetap sejuk. Perbedaan kecil itu mengatur iklim seluruh Bumi.

Laut yang lambat panas dan lambat dingin: penyimpan panas terbesar di planet ini
Foto: U / Wikimedia Commons (Public domain)

Di pertengahan Desember yang basah, suhu udara hampir tidak beranjak antara siang dan malam, dan sebagian dari keteraturan itu berasal dari laut yang mengelilingi kita. Siapa pun yang pernah berjalan tanpa alas kaki di pantai siang hari tahu rasanya: pasir membakar telapak, sementara air di sebelahnya tetap sejuk. Keduanya menerima sinar matahari yang sama. Yang berbeda adalah cara mereka menyimpan panas.

Air butuh jauh lebih banyak energi daripada tanah atau batu untuk naik satu derajat. Selain itu, air bergerak: panas yang diterima permukaan laut diaduk ombak dan arus ke lapisan di bawahnya, sehingga tersebar ke volume yang sangat besar. Pasir hanya menghangat di lapisan tipis paling atas, dan lapisan tipis itu cepat panas dan cepat pula dingin begitu matahari terbenam. Laut, dengan kedalamannya yang luar biasa, nyaris tidak merasakan perbedaan siang dan malam.

Baca juga: Sisi gunung yang basah dan sisi yang kering: cara kerja hujan orografis

Pengatur suhu yang bekerja pelan

Sifat lamban itu membuat laut menjadi penyangga. Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil punya suhu yang lebih stabil daripada pedalaman benua, baik antara siang dan malam maupun antarmusim. Ia juga menjelaskan mengapa cuaca di Indonesia begitu bergantung pada suhu permukaan laut di sekitarnya: laut yang sedikit lebih hangat dari biasanya menguapkan lebih banyak air dan mengundang lebih banyak hujan, dan laut yang sedikit lebih dingin melakukan kebalikannya.

Mengapa ini penting untuk iklim

Dalam skala planet, akibatnya besar. Ketika Bumi menahan lebih banyak panas daripada yang dilepasnya, sebagian besar kelebihan panas itu tidak berakhir di udara, melainkan diserap laut. Itulah mengapa suhu udara bisa tampak naik turun dari tahun ke tahun sementara laut terus menghangat secara perlahan dan hampir tanpa henti. Dan karena sifat yang sama, laut melepaskan panas itu dengan sangat lambat pula: apa yang sudah tersimpan di kedalaman akan terus memengaruhi iklim lama setelah penyebabnya berhenti.

Laut adalah roda gila iklim. Ia meredam guncangan, tetapi sekali berputar, ia sukar dihentikan.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.