Mengapa setangki bensin masih mengalahkan baterai seberat ratusan kilogram
Perbedaan antara mobil bensin dan mobil listrik dimulai dari satu pertanyaan sederhana: berapa banyak energi yang bisa disimpan per kilogram.

Agustus yang kering membuat perjalanan darat ramai, dan semakin banyak mobil listrik ikut berbaris di jalan tol. Satu hal yang sering jadi bahan obrolan di rest area adalah bobotnya. Mobil listrik umumnya jauh lebih berat daripada mobil bensin seukuran, dan sebagian besar bobot tambahan itu adalah baterai. Mengapa untuk menyimpan energi yang kira-kira setara, baterai harus seberat itu sementara bensin cukup dengan satu tangki?
Kuncinya adalah kerapatan energi: seberapa banyak energi yang tersimpan dalam setiap kilogram bahan. Bensin menyimpan energi dalam ikatan kimia antara atom karbon dan hidrogen, dan ketika dibakar dengan oksigen dari udara, ikatan itu melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Bagian yang sering dilupakan: oksigennya tidak perlu dibawa. Mobil mengambilnya gratis dari udara sepanjang jalan. Baterai tidak punya kemewahan itu; semua bahan yang terlibat dalam reaksinya harus dibawa di dalam kemasan baterai, dari awal hingga akhir perjalanan.
Baca juga: Biogas: kotoran sapi yang berubah menjadi api di kompor dapur
Mengapa mobil listrik tetap masuk akal
Kalau hanya itu ceritanya, mobil listrik tampak kalah telak. Tetapi ada sisi lain. Mesin bensin membuang sebagian besar energi bahan bakarnya sebagai panas, lewat knalpot dan radiator, dan hanya sebagian kecil yang benar-benar memutar roda. Motor listrik jauh lebih hemat: hampir semua energi dari baterai menjadi gerak. Jadi walau baterai menyimpan lebih sedikit energi per kilogram, energi itu dipakai jauh lebih efisien. Motor listrik juga bisa berbalik menjadi generator saat mengerem, mengembalikan sebagian energi ke baterai, sesuatu yang tidak bisa dilakukan mesin bensin.
Bobot baterai juga membawa akibat lain yang jarang dibahas: ban dan rem bekerja lebih keras, dan jalan serta jembatan menanggung beban lebih besar per kendaraan. Para insinyur terus mencari bahan baterai yang menyimpan lebih banyak energi per kilogram, dan setiap kemajuan kecil langsung terasa sebagai jarak tempuh tambahan.
Jadi perbandingan yang adil bukan tangki melawan baterai, melainkan seluruh perjalanan energi dari sumber sampai roda. Bensin unggul dalam menyimpan, listrik unggul dalam memakai. Mana yang lebih masuk akal untuk Anda bergantung pada seberapa jauh Anda biasa berkendara dan dari mana listrik di rumah Anda berasal.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.