Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsIklim

Mengapa 30 derajat di pesisir terasa lebih gerah daripada di pegunungan

Angka di termometer tidak pernah bercerita soal kelembapan, padahal itulah yang membuat kita berkeringat.

Beberapa hari lalu saya mengecek ramalan cuaca untuk dua kota: satu di pesisir, satu di dataran tinggi. Angkanya hampir sama, sekitar tiga puluh derajat. Tapi siapa pun yang pernah menginap di kedua tempat itu tahu rasanya jauh berbeda. Di pesisir, baju lengket sejak pagi. Di pegunungan, tiga puluh derajat terasa hangat yang enak.

Jawabannya ada pada kelembapan. Tubuh kita mendinginkan diri dengan berkeringat, dan keringat hanya bekerja kalau ia menguap dari kulit. Penguapan itulah yang membawa panas pergi. Masalahnya, udara yang sudah penuh uap air tidak sanggup menampung lebih banyak lagi. Keringat kita pun tinggal di kulit, tidak menguap, dan rasa panas tidak ke mana-mana.

Di pesisir, laut terus memasok uap air ke udara, sehingga kelembapannya tinggi hampir sepanjang tahun. Di dataran tinggi, udaranya lebih tipis dan lebih kering, jadi keringat menguap cepat dan tubuh terasa sejuk walau termometer menunjukkan angka yang sama.

Itu sebabnya para ahli cuaca memakai istilah suhu yang dirasakan, yaitu gabungan suhu dan kelembapan. Angka itu lebih jujur soal seberapa berat beban tubuh kita daripada suhu udara saja.

Jadi kalau musim kemarau tahun ini terasa lebih berat daripada biasanya padahal angkanya biasa saja, cek kelembapannya. Mungkin bukan suhunya yang naik, melainkan udaranya yang terlalu penuh air. Kipas angin membantu bukan karena mendinginkan udara, tetapi karena menggantikan lapisan udara lembap di dekat kulit dengan udara baru, supaya keringat punya kesempatan menguap.

AK
Anggi KusumaAnggi mendirikan Bumi Sains pada 2022 dan menulis lima artikel pertamanya hingga 2023 sebelum menyerahkan redaksi kepada tim yang lebih besar. Artikel pembukanya tentang mengapa penjelasan sains dalam bahasa Indonesia sering berhenti di permukaan masih menjadi acuan gaya penulisan di redaksi.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.